Thursday, February 6, 2014

Pengalaman Yang Tidak Terlupakan


Tahun terakhir, saya bersama gereja saya dan gereja SJSM (St John’s St Margaret’s) ke Indonesia untuk membantu masyarakat. Kami mengikuti Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) HAND di kota Kupang. Di sana, kami memberikan pemeriksaan kesehatan gratis dan mendistribusikan kebutuhan dasar. 
Meskipun perjalannya hanya selama empat hari, setiap hari sibuk sekali karena jadwalnya sangat penuh. Hari-hari biasa, kami akan dibagi menjadi tiga kelompok. Kemudian, kelompoknya akan mengunjungi tiga tempat yang beda dan mendirikan tenda di desa itu bagi pemeriksaan kesehatan. 
Perjalan semacam ini ada pertama kali saya. Sebenarnya, saya sudah banyak kali pergi ke negara seperti Thailand dan bagian lain di Indonesia sebagai utusan Injil, tapi itu yang pertama kali saya benar-benar masuk sebuah desa. 
Saya ingat dengan jelas pada hari kedua, kami harus mengunjungi tempat pembuangan sampah. Waktu kami masuk daerah itu, bau yang kuat segera mengisi busnya. Salah satu teman saya bahkan hampir muntah. Saya benar-benar tidak bisa membayangkan ada orang-orangnya tinggal di sana. Tempat itu tidak hanya busuk, tapi juga kotor dan berbahaya karena anak-anaknya tidak pakai sepatu, jadi kalau kena luka bisa menyebabkan infeksi. 
Seluruh anggota kelompok menjadi hati berat setelah melihat penghidupan warga. Kami sangat tenang. Sambil kami sedang mendirikan daerah itu, orang-orangnya memulai datang. Banyak dari mereka adalah ibu dengan anak-anaknya, berberapa anak datang dengan kakaknya, yang termuda adalah semuda 8 tahun. 
Sambil menunggu giliran, saya boleh bercakap dengan pasien itu. Walaupun bahasa Indonesia saya belum lancer, mereka bisa mengerti saya. Karena saya dengar gereja lokal secara teratur datang ke sana untuk mengajar anak-anaknya mengenai cerita Alkitab dan menyanyi lagu-lagu pujian, saya minta tolong mereka menyanyi untuk kami. Mereka setuju. Sesudah duduk bersandar dinding, mereka mulai. Walaupun mereka miskin sekali, mereka masih bisa menyanyi dan berkata “Ku mau cinta Yesus selamanya”. Ini yang pengalaman yang paling tidak terlupakan saya.

No comments:

Post a Comment